Saya tertegun saat mendengar perkataan H. Soewarso Pawaka yang merupakan pemilik dari Warso’s Farm, usianya sudah 81 tahun tapi masih terlihat sangat energik dengan tubuh tegaknya. Saya mendengar perkataannya saat menonton TVRI di Minggu pagi ini. Dia bertanya kepada Dery dan Peggy sebagai pembawa acara…
Hidup Untuk Makan atau Makan Untuk Hidup
Pertanyaan yang mungkin terkesan sangat simple, tapi memiliki makna yang sangat dalam. Saya membayangkan betapa tidak berartinya hidup jika seluruh waktu hidup saya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan perut saja yang tentu gak akan ada habisnya, saya mengartikan makan di sini sebagai hawa nafsu. Jadi kalau hidup hanya untuk memenuhi kebutuhan hawa nafsu belaka sungguh percuma dan gak bermanfaatnya hidup kita dan akibatnya seperti yang banyak kita lihat sekarang ini, korupsi di mana-mana dan tindakan2 yang tidak bermoral hanya untuk memenuhi kebutuhan perut semata, boros, dan berlebih-lebihan jadi akhirnya.
Namun sebaliknya “Makan untuk Hidup“, akan mengajarkan kita untuk hidup sederhana, karena kita makan hanya untuk bertahan hidup, sehingga hidup kita bisa kita gunakan untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun untuk orang banyak. Seperti yang Nabi Muhammad SAW ajarkan, “makanlah saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang“, kita akan belajar untuk hidup tidak berlebih-lebihan dan hidup apa adanya. Kita akan tahu saat untuk memulai dan saat untuk berhenti dan mengajarkan kita untuk tidak tamak.
Nah bagaimana dengan Anda, apa yang Anda pilih ?
Hidup Untuk Makan atau Makan Untuk Hidup ?